Penelusuran Banjir Flood Routing
Perubahan bentuk dan waktu gelombang banjir saat bergerak dari hulu ke hilir.
——Penelusuran Banjir Tidak Dapat Diproses
Informasi pada peta dan grafik merupakan hasil estimasi dari pemodelan banjir. Data ini menggambarkan perkiraan pola aliran, dinamika debit, dan waktu puncak banjir sepanjang sungai. Gunakan informasi ini sebagai referensi pendukung, bukan sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan.
Perubahan bentuk dan waktu gelombang banjir saat bergerak dari hulu ke hilir.
Grafik debit terhadap waktu yang memperlihatkan respons aliran dari kondisi awal, naik, puncak, hingga resesi.
Volume air yang melewati penampang per satuan waktu.
Aliran yang sudah ada sebelum respons banjir meningkat.
Bagian hidrograf ketika debit meningkat menuju puncak.
Debit maksimum pada hidrograf.
Waktu dari awal acuan hingga debit mencapai puncak.
Bagian setelah puncak ketika debit menurun menuju aliran dasar.
Perbedaan waktu puncak hidrograf antar lokasi. Metrik ini bukan travel time partikel atau waktu tempuh hidraulik.
Waktu aliran dari titik hidrologis terjauh untuk mencapai outlet.
Selang waktu antara masukan hujan efektif dan respons debit.
Hujan yang menjadi masukan pembentukan limpasan.
Bagian air hujan yang mengalir menuju jaringan sungai dan menaikkan hidrograf.
Hulu adalah arah sumber aliran; hilir mengikuti aliran menuju outlet.
Model sumber menggunakan HEC-HMS. Secara umum alurnya adalah:
Hujan
↓
Kehilangan hujan (loss)
↓
Hujan efektif
↓
Transformasi menjadi limpasan langsung
↓
Aliran dasar dan penggabungan aliran
↓
Routing pada reach
↓
Outlet
Metode yang digunakan mengikuti konfigurasi masing-masing Basin Model HEC-HMS. Pada dataset yang tersedia, komponen utamanya mencakup:
Parameter tidak dianggap sebagai satu nilai yang mewakili seluruh DAS. Nilai parameter dapat berbeda antar-sub-DAS dan antar-reach sesuai model sumber.
Untuk durasi 6 jam, preprocessing membaca hasil HEC-HMS tanpa menghitung ulang. Untuk durasi 12 dan 24 jam, preprocessing menghitung konvolusi setiap sub-DAS dan menjalankan routing ulang Muskingum–Cunge berdasarkan parameter pada berkas basin, tanpa faktor kalibrasi.
Model HEC-HMS dibaca dari tiga kelompok berkas sumber:
.basin): elemen model, hubungan hulu–hilir, metode, dan parameter..sqlite): centerline reach2d, poligon subbasin2d, dan atribut spasial..dss): seri debit dan hidrograf untuk setiap skenario.Untuk Reach, FLOW dibaca sebagai debit keluaran dan FLOW-COMBINE sebagai debit masukan. Untuk Subbasin, seri yang digunakan adalah Subbasin/FLOW.
Berkas sumber diproses menjadi data precomputed yang lebih ringan untuk web. Data tersebut mencakup metadata model, topologi jaringan, centerline routing, poligon sub-DAS, batas area model, jaringan sungai, dan seri debit terkompresi.
Alurnya adalah:
.basin + .sqlite + .dss
↓
preprocessing
↓
data runtime precomputed
↓
peta, snapping, hidrograf,
dan penelusuran jaringan
Data precomputed dapat dibaca dari `data/hms` secara lokal atau dari Cloudflare R2 saat aplikasi berjalan di production.
Batas DAS resmi, jaringan sungai referensi, dan toponim digunakan untuk membantu tampilan peta serta penamaan Titik Kontrol. Data referensi ini tidak mengubah perhitungan hidrologi maupun hasil routing.
Angka dan grafik pada aplikasi adalah hasil model, bukan pengukuran langsung di sungai. Skenario 2, 10, dan 25 tahun merupakan label pada hasil HEC-HMS. Hidrograf durasi 6 jam berasal langsung dari DSS. Pilihan 12 dan 24 jam dihitung melalui konvolusi unit hydrograph dengan hujan efektif yang diperpanjang tanpa mengubah totalnya, kemudian ditambahkan baseflow DSS. Seluruh debit sub-DAS selanjutnya digabungkan mengikuti topologi dan dirouting ulang pada setiap reach menggunakan parameter Muskingum–Cunge dari berkas basin. “Selisih waktu puncak” adalah perbedaan waktu puncak dua hidrograf, bukan waktu tempuh hidraulik formal.
Batas DAS mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 150 Tahun 2025 tentang Penetapan Batas Daerah Aliran Sungai.