ANALISIS SPASIAL

Penelusuran Banjir

Pilih Titik

Contoh DD: -7.339961, 110.209919
Contoh DMS: 7°20'23.9"S 110°12'35.7"E
Pengaturan lanjutan

Titik Kontrol 0

Maksimal 10 titik
per sesi
Belum ada titik kontrol.
Tekan Mulai Tambah, lalu klik sungai. Anda juga dapat menampilkan koordinat dari bagian Pilih Titik terlebih dahulu.
—
VISUALISASI ALIRAN
1×
—
Memuat hasil precompute HEC-HMS…
< 0,20Debit awal/rendah 0,20–0,50Rising Limb 0,50–0,85Mendekati Puncak 0,85–1,00Peak Discharge / Puncak setelah QpFalling Limb / Resesi
Warna/ketebalan mengikuti Q/Qp pada fase naik; setelah puncak ditampilkan sebagai Falling Limb / Resesi. Semua garis solid tanpa animasi.
PENELUSURAN ALIRAN
0 titik
Tambahkan Titik Kontrol di sungai. Untuk jarak dan selisih waktu puncak gunakan minimal 2 titik.
Titik Kontrol
Belum ada titik untuk dibandingkan.
Jarak & selisih waktu puncak
Tambahkan minimal dua titik.
HIDROGRAF
Drag untuk pan sumbu waktu; wheel/pinch untuk zoom X. Skala Y tetap dikunci.
Arahkan kursor pada grafik untuk melihat debit pada waktu tertentu.
Hidrograf akan muncul setelah Q(t) titik tersedia.
Layer & Tampilan
Batas DAS
Jaringan Sungai
TAMPILAN PETA

Peta Dasar

Penggaris
Klik titik pertama pada peta.

Tambahkan Titik

—
Titik aliran: —
SungaiDAS —
Titik aliran berjarak — dari titik pilihan
Titik akan digeser — ke jalur aliran terdekat.
Nama otomatis: —

Data Pemodelan Banjir Kala Ulang Belum Tersedia

Penelusuran Banjir Tidak Dapat Diproses

PEMBERITAHUAN PENGGUNAAN

Hasil Penelusuran Banjir Berbasis Model

Informasi pada peta dan grafik merupakan hasil estimasi dari pemodelan banjir. Data ini menggambarkan perkiraan pola aliran, dinamika debit, dan waktu puncak banjir sepanjang sungai. Gunakan informasi ini sebagai referensi pendukung, bukan sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan.

REFERENSI

Istilah & Definisi

Bagian-bagian Hidrograf / Hydrograph ComponentsSkema konseptual untuk membantu membaca istilah yang digunakan pada aplikasi.
Debit awal / rendah Hidrograf naikRising limb Debit puncak (Qp)Peak discharge Hidrograf turun / resesiRecession / falling limb Waktu menuju puncak / Time to peak Debit / Discharge
Penelusuran Banjir / Flood RoutingDua hidrograf memperlihatkan gelombang banjir yang tiba lebih lambat dan teredam dari hulu ke hilir.
Hulu / Upstream Qp lebih besar, puncak lebih cepat Hilir / Downstream Qp lebih kecil, puncak lebih lambat Selisih waktu puncak hidrograf Debit / Discharge
Hujan–Limpasan, Time Lag, dan Time of ConcentrationHyetograf hujan efektif, hidrograf limpasan, dan waktu-waktu kunci yang umum dipakai pada hidrologi banjir.
Hyetograf / Effective rainfall Intensitas hujan Time lag / waktu jeda Time of concentration (Tc) Peak discharge / Qp Debit limpasan

Penelusuran Banjir Flood Routing

Perubahan bentuk dan waktu gelombang banjir saat bergerak dari hulu ke hilir.

Hidrograf Hydrograph

Grafik debit terhadap waktu yang memperlihatkan respons aliran dari kondisi awal, naik, puncak, hingga resesi.

Debit Discharge, Q

Volume air yang melewati penampang per satuan waktu.

Aliran dasar Baseflow

Aliran yang sudah ada sebelum respons banjir meningkat.

Hidrograf naik Rising Limb

Bagian hidrograf ketika debit meningkat menuju puncak.

Debit puncak (Qp) Peak Discharge

Debit maksimum pada hidrograf.

Waktu puncak Time to Peak

Waktu dari awal acuan hingga debit mencapai puncak.

Hidrograf turun / resesi Recession / Falling Limb

Bagian setelah puncak ketika debit menurun menuju aliran dasar.

Selisih waktu puncak Peak Lag

Perbedaan waktu puncak hidrograf antar lokasi. Metrik ini bukan travel time partikel atau waktu tempuh hidraulik.

Waktu konsentrasi (Tc) Time of Concentration

Waktu aliran dari titik hidrologis terjauh untuk mencapai outlet.

Waktu jeda Lag Time

Selang waktu antara masukan hujan efektif dan respons debit.

Hujan efektif Hyetograph / Effective Rainfall

Hujan yang menjadi masukan pembentukan limpasan.

Limpasan Runoff

Bagian air hujan yang mengalir menuju jaringan sungai dan menaikkan hidrograf.

Hulu dan hilir Upstream / Downstream

Hulu adalah arah sumber aliran; hilir mengikuti aliran menuju outlet.

INFORMASI TEKNIS

Metodologi & Sumber Data

Metodologi pemodelan

Model sumber menggunakan HEC-HMS. Secara umum alurnya adalah:

Hujan
  ↓
Kehilangan hujan (loss)
  ↓
Hujan efektif
  ↓
Transformasi menjadi limpasan langsung
  ↓
Aliran dasar dan penggabungan aliran
  ↓
Routing pada reach
  ↓
Outlet

Metode yang digunakan mengikuti konfigurasi masing-masing Basin Model HEC-HMS. Pada dataset yang tersedia, komponen utamanya mencakup:

  • Loss: SCS Curve Number.
  • Transform: SCS Unit Hydrograph.
  • Baseflow: Recession.
  • Routing: Muskingum–Cunge.
  • Geometri saluran: penampang trapezoidal.

Parameter tidak dianggap sebagai satu nilai yang mewakili seluruh DAS. Nilai parameter dapat berbeda antar-sub-DAS dan antar-reach sesuai model sumber.

Untuk durasi 6 jam, preprocessing membaca hasil HEC-HMS tanpa menghitung ulang. Untuk durasi 12 dan 24 jam, preprocessing menghitung konvolusi setiap sub-DAS dan menjalankan routing ulang Muskingum–Cunge berdasarkan parameter pada berkas basin, tanpa faktor kalibrasi.

Sumber data model

Model HEC-HMS dibaca dari tiga kelompok berkas sumber:

  • Basin Model (.basin): elemen model, hubungan hulu–hilir, metode, dan parameter.
  • Database spasial (.sqlite): centerline reach2d, poligon subbasin2d, dan atribut spasial.
  • Hasil HEC-DSS (.dss): seri debit dan hidrograf untuk setiap skenario.

Untuk Reach, FLOW dibaca sebagai debit keluaran dan FLOW-COMBINE sebagai debit masukan. Untuk Subbasin, seri yang digunakan adalah Subbasin/FLOW.

Data yang ditampilkan di web

Berkas sumber diproses menjadi data precomputed yang lebih ringan untuk web. Data tersebut mencakup metadata model, topologi jaringan, centerline routing, poligon sub-DAS, batas area model, jaringan sungai, dan seri debit terkompresi.

Alurnya adalah:

.basin + .sqlite + .dss
          ↓
     preprocessing
          ↓
  data runtime precomputed
          ↓
 peta, snapping, hidrograf,
 dan penelusuran jaringan

Data precomputed dapat dibaca dari `data/hms` secara lokal atau dari Cloudflare R2 saat aplikasi berjalan di production.

Data referensi peta

Batas DAS resmi, jaringan sungai referensi, dan toponim digunakan untuk membantu tampilan peta serta penamaan Titik Kontrol. Data referensi ini tidak mengubah perhitungan hidrologi maupun hasil routing.

Cara membaca hasil

Angka dan grafik pada aplikasi adalah hasil model, bukan pengukuran langsung di sungai. Skenario 2, 10, dan 25 tahun merupakan label pada hasil HEC-HMS. Hidrograf durasi 6 jam berasal langsung dari DSS. Pilihan 12 dan 24 jam dihitung melalui konvolusi unit hydrograph dengan hujan efektif yang diperpanjang tanpa mengubah totalnya, kemudian ditambahkan baseflow DSS. Seluruh debit sub-DAS selanjutnya digabungkan mengikuti topologi dan dirouting ulang pada setiap reach menggunakan parameter Muskingum–Cunge dari berkas basin. “Selisih waktu puncak” adalah perbedaan waktu puncak dua hidrograf, bukan waktu tempuh hidraulik formal.

Catatan: aplikasi ini tidak menghitung kedalaman, tinggi muka air, kecepatan, atau luas genangan.
SUMBER DATA

Batas DAS

Batas DAS mengacu pada Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 150 Tahun 2025 tentang Penetapan Batas Daerah Aliran Sungai.